Wednesday, May 2, 2007

Re: USUL UNTUK PRESIDEN SBY-MENAG .. (29/9-04)

Re: USUL UNTUK PRESIDEN SBY-MENAG - Email found in subject Topic List < Prev Topic | Next Topic >
Reply | Forward < Prev Message | Next Message >
Re: [apakabar] Re: USUL UNTUK PRESIDEN SBY-MENAG - Email found in subject

Nimbrung nih,khusus masalah korupsi2 itu.

Swasta atau pemerintah/penguasa itu di negeri ini nggak ada bedanya PM.
Saya pikir,titik masalahnya adalah masalah cek and balance yang nggak jalan,
dimana ujung2nya terjadi konspirasi atau merampok berjamaah.

Ngomong2,istilah korupsi/koruptor itu sekarang ini tidak lagi merupakan kata yang
membuat orang "jijik,takut,ngeri", tapi malah dianggap kata2 biasa saja serta
tidak ada respons kaget lagi dari yang mendengarnya.Malah juga disebagian orang
kata2 itu sudah tidak bermakna mengajak melawan/menghindari seperti halnya bila
kita mendengar kata "maling/pencuri/neraka",malah disebagian orang sebutan itu
malah membanggakan karena kesannya elitis.
Saya sih bukan ahli bahasa.
Saya pikir istilah yang kita adopsi dari istilah bahasa Inggeris ? itu kita ganti saja ke
istilah yang lebih asli indonesia dan merakyat/membumi indonesia dengan menggunakan
kata "merampok/perampok" atau "mencuri/pencuri" saja,sehingga kesannya tidak
membanggakan tapi menuduh 'gembel /sampah masyarakat'.

Kembali ke pokok bahasan,
Sebenarnya tidak melihat dia itu swasta atau pejabat/birokrasi.Semuanya kembali
ke manusianya.Swasta itu juga dikelola oleh manusia.Pejabat itu manusia juga.
Pejabat2/birokrasi bertindak merompak bukan atas dasar missi lembaga/kantornya
tapi atas dasar pribadi2nya karena missi lembaganya adalah untuk kepentingan umum.
Beda dengan Swasta itu lebih sadis merampoknya daripada pejabat/birokrasi itu.
Bila swasta itu diberi peluang maka sesuai dengan sifat nya sebagai badan usaha
maka prinsip/motto/missi mencari keuntungan sebanyak-banyaknya.Maka perbuatan
manusia2 di persh. swasta itu dengan membuat biaya nya sekecil mungkin kalau perlu
dibuat nol dengan cara apapun sehingga keuntungannya 100% adalah yangdicita-
citakan.Cerita ini disampaikan berdasarkan pengalaman,bukan karangan.Hanya yang
muncul kepermukaan ialah pejabat/birokrasinya yang busuk padahal kejadian itu
sebenarnya adalah konspirasi/perampokan berjamaah.
Ini bisa kita buktikan dengan perampokan BLBI,dana reboisasi dll itu,ternyata manusia2
di swasta2 itu yang merampoknya gila2an,birokrasinya/pejabatnya kebagian sebagian
kecil saja dibandingkan total yang dirampok.
Kita lihat kasus pembobolan BNI baru2 ini,orang2 BNI nya kebagian sangat sedikit saja,
swasta dan si Pauline ? yang ngumpet di Sngpr itu yang ngerampok hampir seluruhnya.

Jadi saya pikir bagaimana system control/cek and balance itu diciptakan agar perampokan2
itu dikecilkan/ditiadakan.


gdbct

The Elite Team 'Helping People Retire Faster'
________________________________________________
FINANCIAL FREEDOM - ONLY A DREAM ?
Not really! Achieve your financial freedom through
a most amazing club. FREE 30 Days Training!
http://www.rightwayfor.com/

----- Original Message -----
From: pelermengkeret
To: apakabar@yahoogroups.com
Sent: Tuesday, September 28, 2004 2:23 PM
Subject: [apakabar] Re: USUL UNTUK PRESIDEN SBY-MENAG - Email found in subject

maksud saya, kalo dikerjain panitia non permanen, kkn bisa jadi
ngurang (barang kali....). sebab orangnya kan ganti2, jangan dibikin
permanen kerna bisa jadi kagak beda ama depag sekarang.

kkn ada kerna segalanya serba ditentuin, serba diatur. coba kalo
diserahin ke swasta, kkn kagak bakalan ada. soal kuota? kayaknya
kagak terlalu sulit: siapa duluan daftar, dia berangkat; bikin
pendaftaran secara 'online'.

masalahnya kan kagak ada niat baek, kagak ada nyang bisa ngawasin
depag. sipa tau, kalo dibikin panita, kerna lebih kecil jadi lebih
gampang ngawasinnya.

rgds:PM

--- In apakabar@yahoogroups.com, Hasan Zein Mahmud
wrote:
> Setuju aja Bang PM (nama samaran Anda itu serem deh...
> aku lebih pilih dompet yang mengekret hehehe)
> Cuma alasan soal korupsi itu lho, ......
> Gimana sih, wong semua departemen, semua panitia
> juga korupsi eh
> Salam HZM
>
>
> -----Original Message-----
> From: pelermengkeret [mailto:pelermengkeret@y...]
>
> bagi saya, justru kerna persoalan kewenangan itu, keberadaan depag
> sudah kagak relevan lagi. satu2 nya fungsi nyang masih mungkin buat
> di emban ya, ngurusin orang pergi haji. fungsi itu sebenarnya lebih
> tepat dikerjain oleh semacem panitia, nyang kudu diganti tiap taon.
> supaya koropsi kagak jadi merajalela.